Jl. RC. Veteran Raya, Bintaro Jakarta Selatan
Senin - Sabtu 08.00 - 18.00

Info Kesehatan

Simulasi Code Blue di RS dr. Suyoto Pusrehab Kemhan

Pada tanggal 18 Februari 2019, Rumah Sakit dr. Suyoto mengadakan Pelatihan dalam Pelaksanaan Code Blue di berbagai Area Pelayanan Rumah Sakit. Narasumber dalam kegiatan ini adalah dr. Johanes, Sp.EM; dr. Dani Pramudya, Sp.EM; dan dr. Handrian Rahman Purawijaya, Sp.EM. Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat Rumah Sakit dr. Suyoto, seperti Kepala Rumah Sakit dr. Suyoto, Wakil Kepala Rumah Sakit dr. Suyoto Bidang Pelayanan Medis, Wakil Kepala Rumah Sakit dr. Suyoto Bidang Penunjang Medik, beserta jajaran staf lainnya dengan total sebanyak 100 peserta.

dr. Johanes, Sp.EM memberikan materi terkait Sistem Code Blue di Rumah Sakit. Sistem code blue merupakan salah satu strategi untuk menurunkan angka kematian. Sistem code blue ditentukan oleh kesiapan sistem, fasilitas, dan tenaga medis serta kerja sama tim, tim medical emergency (kegawatdaruratan medis) merupakan upaya pengelolaan pasien yang berisiko tinggi, dan pencegahan code blue efektif dengan EWSS (Early Warning Scoring System).

dr. Dani Pramudya, Sp.EM memberikan materi tentang Code Blue Management. Code Blue adalah kode informasi atau pertanda untuk melihat stabilisasi kondisi darurat medis yang terjadi di dalam area rumah sakit. Tujuan dari code blue adalah untuk memberikan resusitasi dan stabilisasi yang cepat bagi korban yang mengalami kondisi darurat cardio-respiratory arrest yang berada dalam kawasan rumah sakit. Selain itu, tujuan dari code blue lainnya adalah untuk membentuk suatu tim yang terlatih lengkap dengan perlatan medis darurat yang dapat digunakan dengan cepat. Tim code blue terdiri dari 3 – 4 orang, yaitu koordinator tim, petugas medis, asisten petugas medis, dan kelompok pendukung.

dr. Handrian Rahman Purawijaya, Sp.EM memberikan materi tentang EWS (Early Warning Score) dan Simulasi Code Blue. Sistem Early Warning Score (EWS) adalah suatu sistem permintaan bantuan untuk mengatasi masalah kesehatan pasien secara dini. Tujuan dari EWS adalah menilai pasien dengan kondisi akut, mendeteksi sejak dini penurunan kondisi klinis pasien selama dalam perawatan di rumah sakit, dan dimulainya respon klinik yang tepat waktu secara kompeten. Simulasi code blue dilakukan dengan boneka/manekin khusus sesuai dengan urutan tindakan yang harus dilakukan jika terjadi kejadian sesungguhnya.

Diharapkan setelah simulasi code blue ini, dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para peserta yang terlibat. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri para peserta dan tim code blue di waktu yang akan datang.

Share this post