Jl. RC. Veteran Raya, Bintaro Jakarta Selatan
Senin - Sabtu 08.00 - 18.00

Info Kesehatan

Seminar Asuhan Keperawatan pada Acut Coronary Syndrom (ACS) dan Hipertensi Gestasional

Rumah Sakit dr. Suyoto mengadakan kegiatan seminar yang bertema “Asuhan Keperawatan pada Pasien Acut Coronary Syndrom (ACS) dan Hipertensi Gestasional” pada Jumat, 23 Nopember 2018 yang bertempat di Aula Rehabmedik lantai 3 RS dr. Suyoto Pusrehab Kemhan. Kegiatan seminar ini dibuka oleh Kepala Pusat Rehabilitasi Rumah Sakit dr. Suyoto, Brigadir Jenderal TNI dr. Achmad Dewanto, Sp.PD. Seluruh peserta dan pejabat yang hadir dalam kegiatan seminar ini berjumlah 80 orang serta pelatihan ini diisi oleh 4 orang pembicara, yaitu Bapak Ahmad Muhdlor; dr. Titi Amalia, M.Ked (OG), Sp.OG; Juwita Dharmawati, A.Mk; dan Bunge Laura Melani, S.Tr. Keb.
Bapak Ahmad Muhdlor memberikan materi tentang Asuhan Keperawatan Penyakit Jantung Koroner dan Sindrom Koroner Akut. Menurut WHO prevalensi Penyakit Jantung Koroner (PJK) di dunia sampai dengan Maret 2017 mencapai angka 422,7 juta dan dari 56,4 juta kematian di dunia sebanyak 15,6% atau sekitar 8,8 juta disebabkan oleh PJK. Menurut AHA (American Heart Association) ada 1 dari 6 kematian disebabkan oleh penyakit jantung dan setiap 40 detik ada 1 orang meninggal akibat serangan jantung, 75% pasien henti jantung meninggal sebelum tiba di RS. Faktor risiko utama dari PJK adalah usia, riwayat keluarga, hipertensi, merokok, diabetes, hiperkolesterolemia, HDL rendah, hipertrigliserid, obesitas, kurang latihan, stres, dan depresi. Diagnosis Sindrom Koroner Akut ditandai dengan nyeri dada yang khas, evolulusi EKG, dan peningkatan enzin jantung. Intervensi awal keperawatan yang diperlukan adalah diberikan oksigen, lalu aspirin, lalu nitrogliserin, lalu morpin, dan ditambahkan clopidogrel. Selanjutnya dilakukan pemantauan nyeri, tirah baring, pemberian oksigen, dan penurunan ansietas. Pencegahan PJK dapat dilakukan dengan tidak merokok, tidak mengonsumsi narkoba, kontrol gula darah, kurangi kolesterol, pola makan seimbang, olah raga, edukasi, dan kurangi stres.
dr. Titi Amalia, M.Ked (OG), Sp.OG memberikan materi tentang Hipertensi Gestasional. Tiga penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah pendarahan, eklampsia, dan infeksi. Diagnosis preeklampsia ditegakkan berdasarkan adanya hipertensi dan penyulit pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Edema dan Proteinuria tidak lagi dipakai sebagai kriteria diagnostik karena sangat banyak ditemukan pada wanita dengan kehamilan normal. Angka kejadian preeklampsia di Indonesia adalah 128.273 per tahun atau sekitar 5,3%. Menurut ACOG tahun 2013, klasifikasi hipertensi selama kehamilan hanya ada 4 kategori, yaitu preeklampsia-eklampsia, hipertensi kronis dari setiap penyebab, hipertensi kronis dengan preeklampsia, dan hipertensi gestasional.
Juwita Dharmawati, A.Mk. memberikan contoh asuhan keperawatan stemi inferior pada pasien Tn. S. di IGD
Bunge Laura Melani, S.Tr. Keb. memberikan contoh asuhan kebidanan pada Ny. R. g1p0a0 kdr (35-36 mgg) dengan preeklampsia + gemelli.

Share this post

Leave a Reply